Polemik harga tiket jelang acara peluncuran skuad Persija Jakarta musim 2026/2027 mendapat perhatian dari manajemen klub. Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, akhirnya memberikan tanggapan terkait keputusan The Jakmania yang memilih melakukan boikot agenda launching tim di Jakarta International Stadium (JIS).

Sumber: Bambang Pamungkas on Instagram 

The Jakmania sebelumnya menyampaikan sikap untuk tidak menghadiri pertandingan uji coba Persija melawan Brisbane Roar FC yang sekaligus menjadi acara peluncuran tim. Keputusan tersebut muncul setelah adanya keberatan dari kelompok suporter terkait harga tiket yang dinilai mengalami kenaikan.

Menanggapi situasi tersebut, Bambang Pamungkas menjelaskan bahwa penentuan harga tiket tidak bisa dilepaskan dari besarnya biaya penyelenggaraan pertandingan di Jakarta.

“Cost untuk menjalankan pertandingan di Jakarta itu cukup besar, bahkan sangat besar. Kalau dibandingkan dengan kota lain, biaya satu pertandingan di Jakarta bisa digunakan untuk beberapa pertandingan di kota lain,” ujar Bambang Pamungkas.

Menurut mantan kapten Persija tersebut, aspek operasional menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga tiket pertandingan, terutama ketika klub menggelar laga di stadion besar seperti JIS.

Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa hubungan Persija dengan The Jakmania memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan persoalan tiket.

“Persija dengan The Jakmania itu seperti dua sisi mata uang. Tidak bisa dipisahkan. Karena The Jakmania adalah bagian dari perjalanan Persija,” ungkapnya.

Bambang juga menjelaskan bahwa tiket yang beredar melalui platform resmi bukan menjadi satu-satunya akses bagi pendukung Persija. Menurutnya, terdapat alokasi tiket khusus yang diperuntukkan bagi The Jakmania melalui mekanisme yang telah disiapkan.

“Ada alokasi tiket khusus untuk The Jakmania yang nantinya akan didistribusikan melalui pengurus pusat dan koordinator wilayah,” jelas Bambang.

Lebih lanjut, Bambang mengaku telah melakukan komunikasi dengan pihak The Jakmania terkait permasalahan tersebut. Ia berharap perbedaan pandangan yang terjadi dapat segera menemukan jalan keluar.

“Saya rasa ini hanya dinamika yang terjadi antara klub dan suporter. Saya yakin Persija dan The Jakmania akan menemukan titik temu terbaik,” tambahnya.

Persija sendiri tetap berharap dukungan penuh dari The Jakmania dalam agenda peluncuran tim di JIS. Bagi manajemen, kehadiran suporter menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer positif menjelang kompetisi musim baru.

Polemik tiket ini menjadi pengingat bahwa hubungan antara klub dan suporter membutuhkan komunikasi yang baik. Persija dan The Jakmania kini sama-sama berharap dapat menjaga hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.