Kekalahan menyakitkan 0-1 yang dialami Persija Women dari Persikad Depok di Stadion Indomilk Arena rupanya memicu drama panas usai pertandingan. Alih-alih melakukan evaluasi taktis secara menyeluruh atau pasang badan untuk melindungi skuadnya, pelatih Persija Women, Muhamad Yusup Prasetiyo, justru mencari 'kambing hitam' dengan secara terang-terangan menyerang rekrutan asing anyarnya di hadapan publik. Striker berusia 24 tahun asal Saint Kitts & Nevis, Christi-Anne Mills, menjadi sasaran tembak sang pelatih yang berdalih bahwa kegagalan performa tersebut bermula dari proses perekrutan yang terpaksa dilakukan karena mepetnya waktu persiapan.
Dalam sesi keterangan pers pasca-laga, Yusup secara gamblang mencuci tangan atas macetnya lini serang tim dan menyebut kehadiran sang striker sebagai sebuah keputusan yang diambil dalam kondisi sangat terdesak. "Dalam waktu yang singkat saya harus pilih dan memutuskan pemain asing di posisi nomor 9," ungkap Yusup, seolah memberikan pembenaran atas langkah panic buying yang dilakukan oleh manajemen tim jelang kompetisi bergulir.
Pernyataan ini secara tidak langsung membongkar lemahnya sistem pemantauan bakat di internal Persija Women, di mana perekrutan legiun asing untuk posisi vital sekelas penyerang tengah justru dilakukan secara terburu-buru hanya demi menambal lubang di skuad.
Tragisnya, alih-alih merangkul dan memberikan waktu adaptasi bagi pemain yang baru saja didatangkannya ke Indonesia, Yusup justru melontarkan cibiran pedas yang berpotensi meruntuhkan mental sang striker. Dengan dalih penampilan yang tidak memuaskan di atas lapangan, ia tanpa ragu menyudutkan Christi-Anne dan menjadikannya tameng atas hasil minor yang diraih oleh None Macan. "Dan hari ini, seperti teman-teman lihat, kualitas Christi-Anne jauh banget dari yang kita harapkan," ucap Yusup.
Sikap lepas tangan dan buruknya etika komunikasi sang juru taktik ini tentu memicu kontroversi tajam, sekaligus memunculkan pertanyaan besar mengenai kepantasan seorang pelatih profesional yang secara terbuka mempermalukan pemain pilihannya sendiri demi menutupi rentetan kelemahan tim.
Komentar