Insiden kerusuhan yang mewarnai pertandingan antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta pada pekan kelima kompetisi Super League di Banten International Stadium berujung pada sanksi tegas. Suporter Persija Jakarta, The Jakmania, resmi dijatuhi hukuman berupa larangan menghadiri pertandingan tandang (away) tim kesayangannya hingga pertengahan musim kompetisi ini.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh CEO I.League, Ferry Paulus, dalam konferensi pers yang digelar di kantor I.League pada Rabu (21/10/2026). Ferry mengungkapkan bahwa sanksi dijatuhkan setelah Komisi Disiplin (Komdis) menggelar sidang maraton selama dua hari berturut-turut guna mendalami insiden tersebut.
Dalam penjelasannya, Ferry Paulus memaparkan bahwa kedua klub sama-sama dinilai bersalah karena gagal menjaga kondusivitas jalannya pertandingan. Hukuman berlapis dijatuhkan kepada pihak panitia pelaksana tuan rumah maupun klub tamu.
"Panitia Pelaksana Pertandingan Persita di kompetisi Super League diputuskan oleh Komdis melakukan pelanggaran berupa kegagalan menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan. Panitia pelaksana dikenakan denda sebesar Rp40 juta," papar Ferry Paulus terkait sanksi untuk pihak Persita.
Lebih lanjut, Ferry menjelaskan rincian sanksi yang harus diterima oleh Persija Jakarta dan para pendukungnya. Selain hukuman dilarang away, Macan Kemayoran juga harus menanggung denda finansial akibat sejumlah pelanggaran lain yang dilakukan oleh oknum suporter.
"Khusus Persija, suporter dilarang datang ke pertandingan away selama setengah musim. Jumlah pertandingannya memang ada enam pertandingan, tetapi selama satu setengah musim ini Persija dilarang menghadirkan suporter di semua pertandingan tandang yang akan dijalani, khusus di Super League," tegas Ferry Paulus.
Selain larangan away tersebut, Ferry menyebutkan bahwa denda denda tambahan turut dijatuhkan. "Selain itu, Persija juga mendapatkan denda sebesar Rp30 juta dan ada beberapa keputusan denda lain yang dibebankan kepada Persija terkait pelanggaran berupa penyalaan petasan sebanyak tiga kali serta pelemparan satu buah flare. Sehingga suporter Jakmania atau Persija dinyatakan harus membayar denda sebesar Rp60 juta," tambahnya.
Insiden kericuhan ini bermula saat Persija Jakarta bertandang ke markas Persita Tangerang. Berdasarkan sejumlah video amatir yang beredar luas, ketegangan dipicu oleh aksi beberapa oknum suporter yang mencopot bendera di dinding stadion, yang kemudian memancing amarah sejumlah suporter Persija. Situasi pun tak terkendali saat mereka turun ke area stadion, dan memicu kerusuhan yang meluas.

Komentar