Persija Putri harus mengakui keunggulan tuan rumah Dewa United Putri dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Indomilk Arena, Tangerang. Meski pulang tanpa poin, pelatih Persija Putri, Ricky Nelson, tetap melihat sisi positif dari daya juang skuadnya di lapangan.

Bertanding pada sore hari membuat energi para pemain sangat terkuras. Coach Ricky Nelson menyoroti bahwa intensitas dan kekuatan fisik di kompetisi Liga Putri menjadi aspek krusial yang harus diakui dan sedang coba diimbangi oleh tim pelatih.

"Kekuatan fisiknya, ya untuk level Liga Putri itu harus kita akui dan memang sudah kita pelajari, kita coba untuk menandingi mereka. Walaupun memang cukup berat karena beberapa pemain kita harus benar-benar energinya terkuras di main sore hari ini," ungkap Coach Ricky Nelson.

Walaupun harus menurunkan banyak pemain muda, skuad ini tetap tampil ngotot dan patut disyukuri karena mampu menjalankan skema yang telah diukur oleh tim pelatih. Memasuki babak kedua, permainan Persija Putri terlihat jauh lebih terkontrol dan sukses memberikan tekanan yang lebih konsisten ke area pertahanan Dewa United. Sayangnya, alur bola yang terbangun belum mampu dikonversi menjadi gol.

Pertandingan ini sekaligus menjadi laga perdana bagi Coach Ricky Nelson dalam mengarsiteki tim di ajang Liga Putri. Hasil di Indomilk Arena ini akan dijadikan bahan pelajaran berharga untuk memperbaiki penyelesaian akhir tim pada sisa musim. "Kita persiapkan lagi di game berikutnya. Masih ada sekitar 12 hingga 13 game yang akan saya coba untuk maksimalkan lagi. Semoga di game berikutnya kita bisa lebih baik dan bisa mendapatkan tiga poin," ujarnya.

Dengan sisa kalender kompetisi yang masih panjang, tim pelatih kini memiliki tugas utama untuk membenahi efektivitas serangan. Evaluasi mendalam dari kekalahan ini diharapkan mampu membawa skuad Macan Kemayoran Putri segera bangkit, tampil lebih tajam, dan kembali ke jalur kemenangan pada pekan selanjutnya.